Cerita Pilu Kehidupan Lansia di Banjar

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Menjelang usianya yang ke-14 tahun, Kota Banjar, Jawa Barat, masih banyak masyarakatnya yang luput dari perhatian pemerintah. Baik pemerintah desa maupun kota.

Hal tersebut terlihat dari kehidupan beberapa masyarakat yang sudah lanjut usia (Lansia) dan jompo. Kehidupan mereka sangat memprihatinkan.

Seperti yang dialami Mamad (75) warga di Dusun Jajawar Kulon,  RT 04 RT 01, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Dirinya hidup seorang diri, di sebuah gubuk bilik dengan ukuran 2×3 meter. Ia pun  tidak bisa berjalan, dan hanya bisa duduk, serta berbaring di tempat tidur, setelah penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

“Dulu bapak sehat, tidak seperti sekarang. Dulu kerjanya setiap hari mangkal jadi tukang ojeg, sama jual beli tanah,” katanya.

Mamad mengungkapkan, dirinya sampai sekarang belum pernah mendapatkan perhatian dan bantuan baik dari Pemerintah Desa maupun  Pemerintah Kota Banjar. Mamad berharap orang-orang seperti dirinya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, jangan sampai dibiarkan dan tidak diperhatikan.

Mamad (75).
Mamad (75).

Iyay (41) anak pertama dari Mamad menuturkan, dirinya baru dua bulan ini menemani bapaknya, setelah penyakit yang menyerang orang tuanya tersebut belum bisa disembuhkan. “Bapak menderita sakit sudah sekitar satu tahun ini, sampai sekarang belum sembuh,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dirinya pun mengalami kendala, karena kaki sebelah kanan mengalami sakit, akibat terjatuh sehingga tidak bisa menempuh perjalan terlalu jauh. Menurutnya, sakitnya kembali kambuh sehingga dirinya mengambil sikap untuk menemani orang tuanya.

“Bapak Mamad bersama ibu tinggal disini sudah lama, hampir 40 tahun, namun sudah cerai dengan ibu sekarang mah. Terus Bapak nikah lagi, tapi udah cerai lagi,” katanya.

Ihat (75) lansia lainnya, mengungkapkan dirinya bernasib sama dengan Mamad. Dirinya tinggal di rumah yang sudah tidak layak dihuni, sudah rusak dan bagian atapnya banyak yang sudah bocor dan hanya bisa duduk di sebuah kursi roda. “Semua anak tinggal di Jakarta, untuk bekerja. Di rumah hanya tinggal sendiri,” ujarnya.

Diakui Ihat, dirinya pun belum pernah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, baik Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kota Banjar. “Kasihanilah saya, saya sudah pernah minta bantuan melalui kepala dusun, namun hingga kini belum ada realisasinya,” keluhnya

Dirinya berharap, kepada pemerintah desa maupun Pemerintah Kota Banjar, untuk lebih memperhatikan orang-orang lansia dan jompo tidak mampu dalam memberikan bantuan.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Jajawar, Cecep, Senin (09/01) kepada para awak media mengatakan, pihaknya akan menuntut keadilan  kepada pemerintah, untuk lebih memperhatikan kehidupan masyarakat kurang mampu yang ada di desanya untuk lebih diperhatikan lagi, oleh Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kota Banjar. Apalagi terkait  program bantuan yang bisa diberikan kepada  lansia dan jompo.

Saya berharap kepada pemerintah, jangan sampai salah sasaran dalam menyalurkan bantuan kepada para lansia dan jompo, sehingga semua masyarakat lansia dan jompo yang ada di desanya tersebut mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan.  (Baehaki Efendi/WP)

Komentar Pembaca

loading...

About Senny Apriani

Baca Juga

foto: baehaki efendi/wp

Solidaritas Masyarakat Banjar Tuntut Aparat Usut Tuntas Insiden Bentrokan GMBI vs FPI

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Ratusan orang yang tergabung dalam “Solidaritas Masyarakat Banjar dukung Ormas FPI Usut Tuntas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keamanan * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.