Surat Pembaca untuk Bupati Tasikmalaya: “Jembatan Cirahong”

wartapriangan.com, SURAT PEMBACA. Saya putra daerah Tasikmalaya, tepatnya Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Lahir, tumbuh dan besar di Kabupaten Tasikmalaya. Saya asli orang Tasikmalaya. Meski sejak dua tahun selepas lulus SMA, saya akhirnya tinggal di Bandung karena bekerja di sana. Tapi tetap pulang kampung setidaknya dua kali dalam setahun.

Beberapa bulan terakhir ini, rasa bangga saya sebagai putra daerah Tasikmalaya sering terasa muncul. Terutama ketika melihat foto H. Uu Ruzhanul Ulum yang sekarang menjabat Bupati Tasikmalaya, terpampang di beberapa sudut Kota Bandung. Awalnya saya tidak faham, untuk apa Bupati Tasikmalaya memasang foto di daerah lain. Belakangan baru mengerti, kabarnya, Bupati Tasikmalaya sedang bersiap untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat.

Sebagai putra daerah Tasikmalaya, rasa bangga saya semakin membesar. Saking bangganya, saya sering cerita pada teman-teman di tempat kerja. Itu foto Bupati Tasikmalaya, daerah kelahiran saya. Beliau akan mencalonkan diri jadi Gubernur Jawa Barat. Beberapa kali saya ceritakan itu kepada teman-teman.

Singkat cerita, hari ini, Minggu (11/09), saya pulang kampung untuk lebaran haji (Iedul Adha). Kebetulan pulang satu mobil dengan teman-teman dari Sumedang, Majalengka, Ciamis dan Tasikmalaya. Mobil rental, biaya urunan. Rute yang ditempuh ke arah utara dulu. Dari Bandung ke Sumedang, lalu ke Majalengka, melewati Ciamis dan akhirnya memasuki Kabupaten Tasikmalaya melalui jalan Jembatan Cirahong.

Sepanjang perjalanan, setiap melihat foto H. Uu  terpampang, rasa bangga selalu saja muncul, dan memancing saya untuk lagi-lagi menceritakan Bupati Tasikmalaya ke teman-teman.

Namun rasa bangga itu tiba-tiba terusik, terutama ketika memasuki Jembatan Cirahong. Kebetulan sebelum memasuki jembatan, saya sudah berniat merekam perjalanan sepanjang jembatan, dengan maksud ingin diperlihatkan ke teman-teman di Bandung. Tapi justru malah merekam hal yang tidak saya harapkan.

Semua mobil yang melintas jembatan itu memang biasanya tidak pernah bisa cepat, karena memang harus hati-hati. Tapi kali ini, harus lebih ekstra hati-hati, karena kayu-kayu bantalan jembatan terlihat sekali tidak terurus. Yang lebih menyedihkan, bantalan kayu yang tidak terurus itu berada di ruas titik tengah ke arah Tasikmalaya. Aneh, kalau dari ruas Ciamis ke titik tengah justru bantalannya tertata rapih. Apakah pemeliharaannya memang oleh dua Tasikmalaya dan Ciamis?

Saya berfikir, bagaimana untuk mengurus Jawa Barat yang jauh lebih besar. Untuk menjaga kenyamanan sebagian Jembatan Cirahong saja faktanya tidak maksimal.

Surat pembaca ini saya buat sebagai rasa peduli saya pada H. Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya yang (setidaknya) sempat saya banggakan. Semoga Pak H. Uu dilancarkan dalam tugas dan segala urusan. Terimakasih Warta Priangan.

Ini videonya:

(Identitas pengirim ada pada redaksi)

Komentar Pembaca

loading...

About Redaksi Warta Priangan

Baca Juga

Kondisi di belokan jalan Mr Iwa Kusumasomantri arah jalan H. Soeyoed, banyak mobil yang diparkir di badan jalan tepat di belokan.

Mohon Perhatian Satpol PP dan Dishub Ciamis

wartapriangan.com, SURAT PEMBACA. Hati-hati jika melewati belokan yang ada di jalan Mr. Iwa Kusumasomantri arah ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keamanan * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.